Kapolda NTT Imbau Masyarakat untuk Menjaga Kedamaian di Masa Pemilu dan Nataru Pasca Bentrokan di Bitung, Sulawesi Utara,-

Kapolda NTT Imbau Masyarakat untuk Menjaga Kedamaian di Masa Pemilu dan Nataru Pasca Bentrokan di Bitung, Sulawesi Utara,-

Bertemu dengan para wartawan pada Senin (27/11/2023), Kapolda NTT, Irjen Pol Drs. Johni Asadoma, memberikan imbauan kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusifitas wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Fokus utamanya adalah memastikan tahapan Pemilu 2024 berjalan lancar dan kondusif, serta mencegah masyarakat terprofokasi oleh konflik di Timur Tengah atau perang antara Hamas dan Israel yang berdampak pada bentrokan massa di Bitung, Sulawesi Utara.

 

Dalam menyongsong tahapan kampanye Pemilu 2024, Kapolda NTT mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga ketertiban.

 

"Mari kita jaga situasi Pemilu 2024 tetap aman, damai, dan tertib. Kita semua punya peran penting untuk menciptakan suasana demokrasi yang kondusif. Datanglah ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan memberikan suara secara bebas tanpa tekanan, sehingga tujuan Pemilu dapat tercapai sesuai harapan kita," ungkap Kapolda NTT dengan antusias.

Kapolda juga menyentuh pentingnya perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang damai dan aman.

 

"Saat kita memasuki hari raya Natal dan Tahun Baru, mari rayakan dengan damai, aman, dan tenang. Kita ingin masyarakat merasakan kebahagiaan tanpa gangguan apapun," tambahnya.

 

Menyikapi konflik di Palestina dan bentrokan massa di Bitung, Sulawesi Utara, Kapolda NTT memberikan imbauan khusus.

 

 "Saya imbau masyarakat agar tidak terpengaruh oleh konflik Hamas dan Israel di Timur Tengah atau insiden di Bitung, Sulawesi Utara. Mari kita tetap tenang dan membedakan antara konflik agama dan non-agama. Jaga kejernihan pikiran agar tidak membawa konflik tersebut ke Indonesia, khususnya di NTT," tegas Kapolda NTT.

 

Kapolda NTT menginformasikan bahwa Pemerintah telah mengambil langkah-langkah strategis dan komprehensif untuk menghentikan perang di Gaza dengan imbauan dan bantuan dari PBB, serta pendekatan diplomatik dengan negara-negara besar.

 

"Langkah-langkah yang diambil Pemerintah patut didukung oleh kita sebagai warga negara. Jangan rusak situasi kondusif yang sudah tercipta tanpa ada kaitan langsung dengan kita. Mari kita jaga kondusifitas di NTT yang sudah kita bangun bersama, dan hindari kerusakan yang dapat menghancurkan keamanan dan kedamaian," paparnya dengan penuh harap.

 

Irjen Pol Drs. Johni Asadoma menegaskan harapannya agar imbauan ini dapat sampai ke seluruh masyarakat.

 

"Sekali lagi, mari kita bersama-sama jaga kamtibmas yang telah kita bina. Kedamaian adalah hasil upaya bersama, baik dari aparat keamanan maupun masyarakat. Dengan begitu, wilayah NTT akan tetap terjaga dari ancaman konflik," tutup Kapolda NTT dengan harapan yang tulus.