Di Tengah Gempa, Lahir Gempita: Kapolda NTT Sambangi Bayi yang Lahir Saat Bencana di RSUD Aeramo.
Tribratanewskupangkota.com — Di tengah suasana duka dan kepanikan akibat bencana gempa bumi berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang wilayah Nagekeo, sebuah kisah harapan justru hadir dari ruang bersalin RSUD Aeramo. Seorang bayi lahir pada saat bencana dan kemudian diberi nama Gempita, sebuah nama yang menjadi simbol semangat, harapan, dan kehidupan baru di tengah ujian yang dihadapi masyarakat.
Momen penuh haru tersebut mendapat perhatian khusus dari Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., saat melakukan kunjungan ke RSUD Aeramo untuk melihat secara langsung kondisi pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana gempa.
Dalam kunjungannya, Kapolda NTT menyempatkan diri melihat dan menyapa bayi Gempita, anak dari pasangan Marianus Doya dan Maria Florida Kelen, warga Pisa, Kelurahan Dhawe, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, yang lahir pada 15 Agustus 2026, bertepatan dengan terjadinya bencana gempa bumi.
Kehadiran Kapolda NTT di ruang perawatan tersebut berlangsung penuh kehangatan. Dengan penuh perhatian, Kapolda melihat kondisi bayi Gempita sekaligus memberikan doa dan harapan agar sang bayi tumbuh sehat serta menjadi simbol kebangkitan masyarakat Nagekeo setelah melewati masa sulit akibat bencana.
Nama “Gempita” pun memiliki makna yang mendalam. Di tengah guncangan bumi yang menghadirkan ketakutan, kelahiran Gempita justru menghadirkan kebahagiaan dan secercah harapan baru bagi keluarga serta masyarakat.
Kapolda NTT juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan RSUD Aeramo yang tetap memberikan pelayanan secara sigap, cepat, dan cekatan di tengah situasi darurat pascagempa.
Menurutnya, kesiapsiagaan para tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan medis, termasuk bagi ibu dan bayi yang membutuhkan penanganan segera di tengah kondisi bencana.
“Saya memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan RSUD Aeramo yang tetap sigap dan cekatan memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah situasi bencana. Ini merupakan bentuk pengabdian dan kemanusiaan yang sangat luar biasa.”
Kapolda NTT menegaskan bahwa kehadiran Polri dalam penanganan bencana bukan hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan, bantuan, pelayanan, dan dukungan moril selama menghadapi masa sulit.
Kunjungan tersebut turut didampingi Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H.; Dirpolairud Polda NTT Kombes Pol. Irwan Deffi Nasution, S.I.K., M.H.; Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri, S.I.K.; Koorspripim Polda NTT Kompol M. Ichwan Nugraha, S.I.K., M.Si.; serta Kapolres Nagekeo AKBP Rachmat Muchamad Salihi, S.I.K., M.H.
Di tengah puing, kepanikan, dan air mata akibat bencana, kelahiran Gempita menjadi cerita berbeda. Ia hadir ketika bumi berguncang, namun justru membawa pesan bahwa kehidupan harus terus berjalan dan harapan tidak boleh padam.
Gempita lahir saat gempa mengguncang Nagekeo. Dari sebuah ruang bersalin, ia membawa pesan sederhana namun kuat: di tengah bencana sekalipun, selalu ada kehidupan baru, selalu ada harapan, dan selalu ada alasan untuk bangkit.
Humas Polresta Kupang Kota

